Ketua dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto menjadi perbincangan publik sejak terseret kasus korupsi megaproyek E-KTP. Namum sekarang Setya Novanto dicekal berpregian keluar Negri selama 6 bulan.
Tujuannya, KPK dan pengadilan akan meminta keterangan lebih dalam terkait perannya dalam korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar 2,3 triliun.
Isu miring keterlibatan Setnov membuatnya tidak banyak bicara ketika wartawan mau menanyakan perihal kasus E-KTP. Berulang kali Setnov mencari cara untuk menghindari dari pertanyaan wartawan. Mulai dengan menaruh mobil dinasnya di depan Gedung Kesekjenan DPR hingga pura-pura menelepon.
Dengan pura-pura telepon Setnov kemudian tertangkap kamera wartawan, Kejadian itu terjadi ketika Setnov tiba di Gedung Nusantara III dimana ketika itu awak media sedang mewawancarai Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.
Kedatangan Setnov kemudian membuat sejumlah wartawan mengejar Ketua Umum Partai Golkar itu untuk menanyakan soal insiden penyiraman air keras penyidik KPK Novel Baswedan dan pencekalnya oleh Dirjen Keimigrasian. Wartawan terus mengikuti Setnov yang sedang terlihat sibuk telepon.

