Domino Online Sebuah rumah seluas 60 meter persegi yang terletak di Jl. Pandean IV no. 40 di Surabaya terlihat biasa.
Orang yang lewat tidak akan melihat perbedaan dibanding rumah lain jika tidak untuk plakat emas di atas pintu masuk.
Berdasarkan keputusan walikota Surabaya, rumah tersebut telah dikenal sebagai rumah masa kecil Bung Karno - sebagai pendiri ayah Sukarno diketahui - sejak 2013.
Buku-buku sejarah menulis bahwa Sukarno lahir di Blitar, Jawa Timur, pada tanggal 6 Juni 1901.
Namun, berdasarkan Sukarno: Autobiografi yang Diceritakan kepada Cindy Adams, buku oleh reporter wanita Amerika Serikat yang mewawancarai Sukarno dari tahun 1961 sampai 1964, menulis bahwa ia lahir di Surabaya sebagai gantinya.
Otobiografi tersebut mengungkapkan bagaimana Sukarno mencintai Indonesia, Domino Online wanita dan yang terpenting, dirinya sendiri.
Pada tanggal 6 Juni 2015, putra Sukarno, Guruh Sukarnoputra, menjelaskan kisah pertentangan kelahiran Sukarno saat ulang tahun ke-114 ayahnya sebagai tGedung Pola, Jakarta Pusat. Pada 1900-an, ayah Sukarno, Raden Soekemi Sosrodiharjo, ditempatkan di Surabaya sebagai guru.
Dia dan ibu Sukarno, Ida Ayu Nyoman Rai, tinggal di Jl. Pandean dimana Sukarno - yang namanya lahir Koesno Sosrodiharjo - lahir.
Ibu Jamilah dan keluarganya saat ini tinggal di rumah tersebut. Jamilah mengatakan bahwa rumah itu milik kerabatnya, Hasana, yang telah memiliki properti itu sejak tahun 1990an. Dia baru mengetahui tentang sejarah rumah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah putri Sukarno Megawati Soekarnoputri, mantan presiden Indonesia, mengunjungi rumah tersebut pada tahun 2014.
Domino Online Setelah dinyatakan sebagai warisan budaya, lingkungan tersebut disebut Kampung Sukarno sebagai penghormatan kepada presiden pertama negara tersebut. Warga yang tinggal di lingkungan tersebut berasal dari berbagai kelompok etnis termasuk orang Cina-Indonesia, Arab-Indonesia dan Hindu Bali.

