Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendapat penolakan dari ribuan warga di Manado, Sulawesi Utara. Mereka menolak kedatangan Fahri karena dianggap intoleran.
Fahri Hamzah juga mengaku mencoba sabar menghadapi penolakan dari warga tersebut. Massa yang diperkirakan berjumlah lebih kurang 2.000 di bandara Sam Ratulangi dan kantor Gubernur Sulut pada hari Sabtu.
Bahkan tekanan demonstran yang menduduki kantor Gubernur Sulawesi Utara, sore tadi akhirnya membuat Fahri Hamzah harus lebih cepat mengakhiri agendanya. Politikus Partai PKS ini harus dievakuasi meninggalkan gedung tersebut.
Pada pukul 16. 20 WITA, Fahri Hamzah dievakuasi melalui pintu belakang Kantor Gubernur Sulut. Fahri di evakuasi dengan mobil polisi dan langusng melaju ke Bandar Udara Sam Ratulangi Manado untuk kembali lagi ke Jakarta.
"Massa bergerak karena ada ajakan dari medsos. Mereka menganggap Fahri Hamzah intoleran sehingga dilakukan penolakan," Kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Ibrahim Tompo Purnama, ketika dihubungi di Jakarta.
Unjuk rasa penolakan Fahri Hamzah di kantor Gubernur sempat ricuh, Bahkan polisi terpaksa menembak gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa, akibatnya sebanyak tiga orang personel anggota Polda Sulut mengalami luka-luka karena lemparan batu.


