JK mengaku beberapa hari terakhir juga diserang dengan meme yang menyebut dirinya mengkritik karangan bunga yang di berikan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa di panggil Ahok dan Wagub Djarot Saiful Hidayat. Kemudian dia membantah isi meme tersebut.
Tentu kita tidak ingin seperti itu, apalagi kalau yang disampaikan itu berita bohong seperti contoh tadi, dan banyak lagi yang lain," Ucap JK.
Dia juga mengatakan Presiden Joko Widodo selalu memantau berita hoax. karena itu warga di minta berhati-hati.
"Jadi jangan membuat berita hoax, nanti bisa di baca sama Pak Presiden. Kemana-mana dia juga memakai Ipad-nya," Tambah JK. Menurut dia, dengan bantuan gadget tersebut, Presiden sering mencari tahu apa yang terjadi.
Sebelumnya muncul meme Wapres yang menyindir pemberian bunga untuk Ahok-Djarot. Dalam meme tersebut, JK seakan meminta agar tidak ada karangan bunga untuk pelantikan Anis Baswedan- Sandiaga Uno pada Oktober nanti.
Kalla kemudian angkat bicara, dia di perlihatkan meme tersebut oleh juru bicaranya Husain Abdullah atau Uceng dan Sofjan Wanandi.
"Tadi pagi saya diperlihatkan oleh Sofjan (Wanandi) dan Uceng (Jubir JK), yang menyatakan bahwa saya mengatakan, daripada kirim bunga lebih baik kasih ke anak yatim, apa gunanya bunga-bunganya sepanjang jalan itu kan. Kapan saya ngomong itu? Saya tidak pernah merasa ngomong," ucap Kalla di acara peluncuran Jaringan Wartawan Anti-Hoax di Istana Wapres, Jakarta, Jumat.
Dia menegaskan, bahwa dirinya tak pernah memberikan komentar tersebut. Dan justru menyindir yang melakukan hal itu.
"Baru tadi pagi terkejut membaca itu. Seakan-akan saya memberikan komentar. Padahal, saya tidak pernah mengomentari mengenai bunga-bunga, terkecuali bunga bank. Saya selalu minta untuk turun. Kalau bunga yang lain atau apa pun, ya terserahlah," jelas JK.
Menurut dia, apa yang terjadi di Balai Kota ada nilai positifnya. Dimana, para pedagang bunga memperoleh keuntungan. "Setidaknya banyak pengrajin bunga yang dapat kerjaan," pungkas JK.

